Secara naluriah, mereka dapat mengerti bahwa kekurangan makanan dapat menyebabkan lapar, akan tetapi mereka tidak dapat menjelaskan mengapa makanan berkurang. Mereka juga mengerti bahwa rasa sakit menyebabkan kematian. Manusia pra-aksara yakin bahwa ada ruh-ruh yang melekat pada setiap benda-benda alam. Di antaranya, batu besar, pohon, danau, langit, bulan, dan matahari. Adapun keyakinan bahwa ruh-ruh tersebut bisa berwujud dalam bentuk benda-benda diisebut dinamisme. Masyarakat pra-aksara juga percaya pada ruh-ruh nenek moyang mereka. Arwah atau ruh-ruh kelompok atau kepala suku yang telah meninggal terus dipelihara agar terus hidup. Agar arwah nenek moyang mereka tersebut tetap berbuat kebaikan, maka perlu diadakan upacara-upacara atau pemujaan. Makamnya pun harus dipelihara dengan sangat baik. Berdasarkan temuan arkeologis, diketahui bahwa peradaban megalitikum lebih banyak berkaitan dengan tradisi pemujaan terhadap ruh-ruh dan arwah-arwah nenek moyang. Kepercayaan terhadap animisme berlangsung terus berkemvang dalam kurun waktu yang panjang.
kehidupan masyarakat pra aksara
Kehidupan Sosial Selama ratusan ribu tahun sejak zaman batu tua sampai batu madya, masyarakat pra-aksara Nusantara hidup sebagai nomade...

Tidak ada komentar: